Penelitian baru mengungkapkan pasangan yang baru menjadi
orang tua atau memiliki anak berdampak pada hubungan seksualitas
keduanya yang menurun.
Setidaknya enam dari 10 pasangan
orang tua baru yang dilibatkan dalam penelitian itu mengaku, intensitas
hubungan seks mereka menjadi berkurang dibanding ketika belum memiliki
anak, dan bahkan justru lebih sering berdebat.
Lebih dari enam
dari tiap 10 orang tua mengatakan bahwa hubungan intim mereka memburuk
sejak memiliki anak. Sebanyak 28% mengaku berhubungan seks hanya sekali
sebulan, lima persen mengaku hanya setahun sekali, dan tujuh persen
bahkan tidak melakukan sama sekali.
Parahnya hampir empat dari
setiap 10 ibu dan ayah baru itu mengaku karena melihat pasangan mereka
menjadi kurang menarik setelah memiliki anak sehingga menurunkan gairah
seksual. Sebanyak 63% mengaku kehidupan seks mereka memburuk.
Sementara
sebanyak 61% mengaku kualitas seks mereka menurun akibat tidak adanya
waktu untuk bercinta. Waktu mereka kini lebih banyak tersita untuk
mengasuh anak sehingga terkadang hanya ada waktu sekali dalam sebulan.
Survei
yang dilakukan oleh sebuah lembaga pengasuhan bernama Yano menunjukkan
42% perempuan mengaku tidak tertarik pada suami atau pasangan mereka
setelah melahirkan.
Selain itu faktor lain menurunkan aktivitas
seksual mereka yaitu karena tekanan keuangan yang meningkat untuk
kebutuhan anggota keluarga baru dan tekanan pekerjaan rumah tangga yang
bertambah.
Patrick Wanis, konsultan hubungan rumah tangga
mengatakan, orang tua tidak harus mengorbankan hubungan mereka untuk
anak-anak dan disarankan tetap menempatkan gaya dan kebiasaan pernikahan
mereka dulu.
"Masih berbagi harapan dan impian, masih
menginginkan yang terbaik bagi satu sama lain, masih meluangkan waktu
untuk menikmati setiap aktivitas. Anak-anak berkembang dalam cinta rumah
tangga yang terbuka dan kasih sayang antara orang tua. Tetapi ketika
orang tua mengabaikan satu sama lain, anak-anak akhirnya menderita
sebagai pernikahan berantakan," ujarnya.
Jo Hemmings, psikolog,
mengatakan: "Ketika Anda membuat transisi dari kekasih kepada ibu atau
ayah, semuanya berubah; cara masyarakat memandang Anda untuk prioritas
Anda untuk sejumlah kebebasan yang Anda miliki sebelumnya,” tandasnya
seperti dilansir dari the telegraph.

No comments:
Post a Comment