Social Icons

Monday, December 24, 2012

Kaum Perempuan, Bicaralah!

Perempuan sering tidak menyadari gangguan kesehatan terutama sekali pada bagian intimnya dan biasanya diketahui setelah terlambat. Penyakit yang paling mengancam wanita Indonesia tak lain adalah kanker mulut rahim. Selain itu penyakit kerusakan otot dasar panggul terjadi pada 50% perempuan yang pernah melahirkan secara normal. 

Walaupun tidak menyebabkan kematian, namun keluhan gangguan dasar panggul menyebabkan kualitas hidup perempuan menjadi menurun. Salah satu keluhan pada gangguan dasar panggul adalah sering atau sulit buang air kecil sampai pada disfungsi seksual. Untuk itulah, Indonesian Dutch School Foundation (IDSF) mengadakan serangkaian kegiatan kampanye “Indonesian Women Speak Up”.  

"Women Speak Up adalah kegiatan untuk menggerakkan para perempuan agar peduli dan tidak malu menceritakan masalah kesehatannya, termasuk organ intim mereka dan memeriksakan-nya secara rutin, sebelum terlambat”, tutur Michael Suryadisastra, Direktur Eksekutif IDSF, kepada Gatranews, Senin (3/12). 

Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan Minggu silam ini (25/11) dilakukan bersama baik oleh Member of Honorary Board IDSF dari Belanda dan Indonesia termasuk juga dokter dan perawat dari kedua negara yang didukung oleh 500 perempuan dengan melakukan Dancing Walk-Walking Dance, jalan sehat sambil berdansa. 

Kampanye “Indonesian Women Speak Up” dibarengi dengan layanan konsultasi bersama dokter-dokter ahli, yang siap sedia untuk mendengarkan dan memberikan saran seputar kesehatan reproduksi perempuan, penyuluhan bagaimana melakukan senam dasar panggul di tengah kesibukan para perempuan yang aktif, dan penyuluhan tentang menjaga kualitas hidup pada penderita kanker.

Menurut Michael, baik kanker dan kerusakan otot dasar panggul dapat ditangani, jika seandainya para perempuan tidak malu dan malas untuk cepat mengatakan dan menyampaikan kepada teman, keluarga atau mengkonsultasikannya langsung ke dokter. Seperti pada penderita gangguan dasar panggul, hanya satu dari empat wanita yang mengalami keluhan otot dasar panggul akan datang mencari pertolongan pada tenaga medis. Hal ini disebabkan karena sebagian besar wanita
menerima kondisi ini sebagai konsekuensi wajar akibat proses kehamilan, persalinan dan bertambahnya usia. Selain itu juga karena kurangnya pengetahuan tentang masalah ini. 

Yayasan IDS antara lain didirikan sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan para professor ginekologi onkologi Belanda atas semakin tingginya angka kematian pada perempuan akibat kanker organ kewanitaan mereka, tanpa dapat dideteksi lebih dini. Masalah deteksi kanker dini serta penyebaran informasi mengenai kesehatan organ perempuan di Indonesia adalah masalah yang sangat pelik, ditambah lagi masalah kurangnya jumlah dokter yang memiliki keahlian super spesialis Ginekologi Onkologi dan Uroginekologi. Saat ini baru ada sekitar 70 orang dokter onkologi ginekologi untuk melayani sekitar 120 juta perempuan Indonesia dan untuk mengatasi gangguan dasar panggul hanya terdapat 35 orang dokter uroginekologi untuk melayani 120 juta perempuan Indonesia. 

Sebagai informasi, Yayasan IDS adalah sebuah yayasan non-profit yang didirikan oleh Prof. Peter Heintz, seorang ahli ginekologi onkologi dari UMC Utrecht, Belanda. Yayasan ini diresmikan pada tanggal 24 November 2012. Selain rangkaian acara di atas, bentuk nyata aktivitas IDFS lainnya adalah mengirim para dokter kebidanan dan kandungan dan perawat untuk memperdalam ilmu dan keterampilan, meningkatkan kompetensi mereka di berbagai universitas di Belanda. IDSF juga meminta para ahli (dokter dan perawat) di bidang onkologi dan uroginekologi dari Belanda untuk datang ke Indonesia memberikan pelatihan kepada para tenaga medis di Indonesia.

No comments:

Post a Comment