Apakah Anda pikir kreativitas seseorang ada masa berakhirnya? Pelukis
Perancis Henri Matisse, yang berusia hingga 85 tahun, tidak
merasakannya. Sepanjang karirnya yang panjang dan produktif, Matisse,
ditempa oleh gaya baru dalam seni lukis, sclupture, dan bentuk-bentuk seni lainnya.
Meskipun Matisse menghabiskan sebagian akhir hidupnya dengan
terbaring di tempat tidur, ia tidak membiarkan hal ini menghentikannya
untuk melakukan apa yang ia cintai, menciptakan seni. Pada satu titik,
Matisse dibuatkan tongkat 4 kaki yang ia bisa pasangkan kuas atau
sepotong arang di ujungnya. Menggunakan alat bantu ini, Matisse bisa
mencapai puncak kanvas yang tinggi, sementara ia melakukannya dalam
posisi berbaring.
Ia juga melihat kebentuk ekspresi baru. Meskipun ia tidak bisa lagi
bekerja semaksimal mungkin, ia tetap suka dengan kuas dan kanvas.
Matisse mengembangkan bakatnya dalam media baru. Saat usianya 80-an,
pelukis terkenal di dunia ini mengembangkan kemampuan baru di decoupage,
seni merekatkan sisa kertas berwarna cerah untuk menciptakan sebuah
gambar. Beberapa potongan akhir Matisse sekarang tergantung di museum di
seluruh dunia, termasuk karyanya The Snail, di Tate Museum, London.
Mengapa Matisse mendorong dirinya mencapai puncak dalam sisa hidupnya
ketika banyak orang lebih memilih untuk enak-enakan? Karena, Matisse
tidak mau menggunakan usia tua sebagai alasan untuk mengakhiri
kreativitasnya. (*)

No comments:
Post a Comment