Social Icons

Sunday, December 23, 2012

Soal Kesetaraan, Perempuan Masih Harus Berjuang

Laki-laki masih menguasai berbagai aspek kehidupan

Akademisi Universitas Udayana Prof I Gde Parimartha mengatakan, perempuan Bali masih harus memperjuangkan kesetaraan. "Perempuan sudah tampil lebih terbuka, pendidikan juga lebih luas, tapi kehadirannya di bidang politik belum memadai," katanya saat menjadi pembicara pada seminar "Sosialisasi Peranan Perempuan Dalam Mengangkat Derajat Berbangsa Dan Bernegara", di Denpasar, Sabtu (22/12). 

Parimartha tidak memungkiri dalam kehidupan masyarakat Bali, pandangan tradisional terutama berkaitan dengan nilai patriarki masih kuat sehingga kehidupan antara laki-laki dan perempuan masih ada saja yang kurang berimbang. "Laki-laki masih menguasai berbagai aspek kehidupan," katanya pada seminar yang digelar oleh Garnita Malahayati Bali Partai Nasdem untuk memperingati Hari Ibu. 

Untuk itu, kata Parimartha, perempuan Indonesia dapat bercermin dari pandangan-pandangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan hak-hak perempuan. "Ia termasuk perempuan cerdas, berani menyampaikan pendapat yang berbeda dengan pandangan tradisi dan kekangan kolonial. Pendidikan dipandang sarana penting dalam memajukan perempuan," kata sejarawan itu. 

Sementara itu, Wakil Sekretaris Aptisi Wilayah VIIIA Dr Ni Wayan Widhiastini mengatakan, solusi yang dapat dijadikan acuan bagi perempuan yang berkiprah di sektor publik bahwa, perempuan harus mengoptimalkan modal yang dimilikinya. "Modal berupa keterampilan, pendidikan, dan pengetahuan harus dioptimalkan baik pencapaiannya maupun pemanfaatannya," katanya. 

Ia menambahkan, pemanfaatan modal sosial seperti jaringan pertemanan, jaringan sosial, dengan pihak-pihak strategis juga harus dibangun dan yang tak kalah pentingnya tentu saja modal ekonomi uang. "Perempuan juga harus menyadari hambatan-hambatan yang ada dalam dirinya dan berkompetisi dengan cara sehat," katanya.

Sumber:Antara

No comments:

Post a Comment