Siapa sangka, di bawah laut perairan Benete, Kecamatan Maluk dan
perairan Lawar, Kecamatan Sekongkang, Nusa Tenggara Barat (NTB),
tersimpan 'surga' yang indah. Surga bawah laut yang tidak semua orang
bisa menyaksikannya.
Padahal Banete menjadi pelabuhan bagi operasional pertambabangan emas
terbesar di NTB sejak puluhan tahun lalu. Beberapa spesies coral dan
tumbuhan laut terlihat mulai mekar. Ikan-ikan hiaspun berseliweran di
antara berbagai jenis coral yang menempel di batu-batu buatan berbentuk
mirip gentong yang diletakkan terbalik. Karang buatan yang ditanam di
dasar lautan itu lajim disebut reefball.
Di seputar perairan Banete, ada ribuan reefball yang tersebar di
dasar laut. Sebagian reefball sudah ditumbuhi berbagai jenis karang,
yang kemudian menjadi tempat hidup biota laut, terutama ikan hias.
Sebagian lagi baru ditumbuhi sedikit coral. Reefball yang masih sedikit
ditumbuhi karang itu sepertinya baru saja ditanam. Pembuatan reefball di
perairan Banete merupakan program yang digagas oleh PT Newmont Nusa
Tenggara (NNT) sejak Juni 2004 silam.
Hingga saat ini, perusahaan penambang emas itu telah menempatkan
lebih dari 1.000 terumbu karang buatan di Banete. “Penempatan terumbu
karang buatan yang telah kami lakukan di perairan sekitar Banete telah
terbukti berhasil memulihkan kondisi terumbu karang karena binatang
karang dengan cepat tumbuh di terumbu buatan ini," kata Manager Senior
Hubungan Eksternal PT NNT Arif Perdanakusumah.
Reef ball yang dibuat dari bahan pasir, semen, batu kerikil dan
silika, diperkirakan bisa bertahan sampai 500 tahun. Setiap reef ball
bisa menghasilkan sampai dengan 180 kilogram biomass (hewan dan
tumbuhan) sebanyak 180 kilogram setahun. Penempatan reefball tersebut
dalam rangka program konservasi terumbu karang di tiga lokasi, yaitu di
perairan Teluk Benete, Teluk Maluk dan Teluk Jelenga. Setiap 300 buah
reef ball menempati areal seluas satu hektar.
Reef ball ini sebagai upaya memperbaiki terumbu karang alami yang
telah rusak karena akibat alam ataupun pengeboman ikan. Reefball
berfungsi sebagai media pertumbuhan terumbu karang secara alami. Reef
ball ini dibuat dengan dua ukuran, kecil dan besar. Ukuran kecil
diameter 0,69 meter tinggi 0,8 meter dan beratnya sekitar 300an
kilogram. Sedangkan ukuran besar berdiameter satu meter dan tinggi satu
meter, beratnya sekitar 700 kiilogram.
Penempatan reefball di Perairan Banete yang menghabiskan biaya US$
100 ribu itu merupakan program lingkungan PT NNT di Kecamatan Jereweh
Kabupaten Sumbawa Barat. Pembuatannya diserahkan kepada masyarakat lokal
sebagai program Inisiatif Bisnis Lokal PT NNT. Ekosistem terumbu karang
tersebut dinilai sangat penting bagi kehidupan masyarakat baik secara
ekonomis maupun lingkungan. Secara ekonomis terumbu karang menjadi
tempat berkembangbiak dan hidup berbagai jenis ikan dan biota laut
sebagai sumber protein bagi manusia.
Sementara dari sisi lingkungan terumbu karang ini akan berfungsi
sebagai pelindung daerah pesisir dari abrasi pantai akibat ombak. Selama
setahun pertama, para nelayan diminta untuk tidak menangkap ikan di
perairan tersebut. Di sana terdapat berbagai jenis ikan hias dan ikan
tangkapan lainnya yaitu Kerapu, Kakap, Pogot. Nah, dalam waktu setahun,
reefball sudah ditumbuhi berbagai jenis coral, yang kemudian mengundang
hadirnya berbagai jenis ikan dan biota laut.
Uniknya, di seputar di kawasan pantai barat daya mulai dari Benete
hingga pantai Mawil-Teluk Puna, ditemukan habitat dan tempat bertelurnya
penyu hijau (Chelonia mydas), penyu sisik (Eretmochelys imbricata),
penyu belimbing (Dermochelys coriacea), penyu tempayan (Caretta caretta)
dan penyu Olive (Lepidochelys olivacea). Tak heran bila wilayah ini
menjadi tempat favorit bagi para penyelam.
Sejatinya, Sumbawa Barat merupakan wilayah eksotik bagi para penyelam
dan penggemar surving. Secara garis besar, ada beberapa titik
penyelaman yang cukup beragam, di antaranya Pantai Senunu (terdapat pipa
tailing untuk pembuangan limbah ke dasar laut dalam), Lawar (terdapat
drop off), dan di Benete (di antara ribuan reefball).
Selain itu, ada beberapa tempat menarik untuk surving di kawasan ini,
antara lain di Jelengah dan Maluk, seperti Scar reef, Yoyo's, Super
Suck dan Tropical. Tropical dan Yoyo's terletak bersebelahan dan agak
terbuka ke lautan, sehingga tidak memerlukan swell besar untuk
membuatnya 'on'.
Musim hujan antara akhir hingga awal tahun adalah waktru paling pas
untuk surfing di kedua tempat tersebut. Pada musim liburan,
tempat-tempat eksotik di Nusa Tenggara itu kerap didatangi turis
mancanegara. Mereka memburu keindahan bawah laut dan memacu adrenalin di
atas ombak. Ya, Nusa Tenggara adalah surga bagi penyelam dan surver.
Siapa sangka!

No comments:
Post a Comment