Social Icons

Monday, December 24, 2012

Surga Buatan Di Dasar Lautan

Siapa sangka, di bawah laut perairan Benete, Kecamatan Maluk dan perairan Lawar, Kecamatan Sekongkang, Nusa Tenggara Barat (NTB), tersimpan 'surga' yang indah. Surga bawah laut yang tidak semua orang bisa menyaksikannya.

Padahal Banete menjadi pelabuhan bagi operasional pertambabangan emas terbesar di NTB sejak puluhan tahun lalu. Beberapa spesies coral dan tumbuhan laut terlihat mulai mekar. Ikan-ikan hiaspun berseliweran di antara berbagai jenis coral yang menempel di batu-batu buatan berbentuk mirip gentong yang diletakkan terbalik. Karang buatan yang ditanam di dasar lautan itu lajim disebut reefball.

Di seputar perairan Banete, ada ribuan reefball yang tersebar di dasar laut. Sebagian reefball sudah ditumbuhi berbagai jenis karang, yang kemudian menjadi tempat hidup biota laut, terutama ikan hias. Sebagian lagi baru ditumbuhi sedikit coral. Reefball yang masih sedikit ditumbuhi karang itu sepertinya baru saja ditanam. Pembuatan reefball di perairan Banete merupakan program yang digagas oleh PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) sejak Juni 2004 silam.

Hingga saat ini, perusahaan penambang emas itu telah menempatkan lebih dari 1.000 terumbu karang buatan di Banete. “Penempatan terumbu karang buatan yang telah kami lakukan di perairan sekitar Banete telah terbukti berhasil memulihkan kondisi terumbu karang karena binatang karang dengan cepat tumbuh di terumbu buatan ini," kata Manager Senior Hubungan Eksternal PT NNT Arif Perdanakusumah.

Reef ball yang dibuat dari bahan pasir, semen, batu kerikil dan silika, diperkirakan bisa bertahan sampai 500 tahun. Setiap reef ball bisa menghasilkan sampai dengan 180 kilogram biomass (hewan dan tumbuhan) sebanyak 180 kilogram setahun. Penempatan reefball tersebut dalam rangka program konservasi terumbu karang di tiga lokasi, yaitu di perairan Teluk Benete, Teluk Maluk dan Teluk Jelenga. Setiap 300 buah reef ball menempati areal seluas satu hektar.

Reef ball ini sebagai upaya memperbaiki terumbu karang alami yang telah rusak karena akibat alam ataupun pengeboman ikan. Reefball berfungsi sebagai media pertumbuhan terumbu karang secara alami. Reef ball ini dibuat dengan dua ukuran, kecil dan besar. Ukuran kecil diameter 0,69 meter tinggi 0,8 meter dan beratnya sekitar 300an kilogram. Sedangkan ukuran besar berdiameter satu meter dan tinggi satu meter, beratnya sekitar 700 kiilogram.

Penempatan reefball di Perairan Banete yang menghabiskan biaya US$ 100 ribu itu merupakan program lingkungan PT NNT di Kecamatan Jereweh Kabupaten Sumbawa Barat. Pembuatannya diserahkan kepada masyarakat lokal sebagai program Inisiatif Bisnis Lokal PT NNT. Ekosistem terumbu karang tersebut dinilai sangat penting bagi kehidupan masyarakat baik secara ekonomis maupun lingkungan. Secara ekonomis terumbu karang menjadi tempat berkembangbiak dan hidup berbagai jenis ikan dan biota laut sebagai sumber protein bagi manusia.

Sementara dari sisi lingkungan terumbu karang ini akan berfungsi sebagai pelindung daerah pesisir dari abrasi pantai akibat ombak. Selama setahun pertama, para nelayan diminta untuk tidak menangkap ikan di perairan tersebut. Di sana terdapat berbagai jenis ikan hias dan ikan tangkapan lainnya yaitu Kerapu, Kakap, Pogot. Nah, dalam waktu setahun, reefball sudah ditumbuhi berbagai jenis coral, yang kemudian mengundang hadirnya berbagai jenis ikan dan biota laut.

Uniknya, di seputar di kawasan pantai barat daya mulai dari Benete hingga pantai Mawil-Teluk Puna, ditemukan habitat dan tempat bertelurnya penyu hijau (Chelonia mydas), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu belimbing (Dermochelys coriacea), penyu tempayan (Caretta caretta) dan penyu Olive (Lepidochelys olivacea). Tak heran bila wilayah ini menjadi tempat favorit bagi para penyelam.

Sejatinya, Sumbawa Barat merupakan wilayah eksotik bagi para penyelam dan penggemar surving. Secara garis besar, ada beberapa titik penyelaman yang cukup beragam, di antaranya Pantai Senunu (terdapat pipa tailing untuk pembuangan limbah ke dasar laut dalam), Lawar (terdapat drop off), dan di Benete (di antara ribuan reefball).

Selain itu, ada beberapa tempat menarik untuk surving di kawasan ini, antara lain di Jelengah dan Maluk, seperti Scar reef, Yoyo's, Super Suck dan Tropical. Tropical dan Yoyo's terletak bersebelahan dan agak terbuka ke lautan, sehingga tidak memerlukan swell besar untuk membuatnya 'on'.

Musim hujan antara akhir hingga awal tahun adalah waktru paling pas untuk surfing di kedua tempat tersebut. Pada musim liburan, tempat-tempat eksotik di Nusa Tenggara itu kerap didatangi turis mancanegara. Mereka memburu keindahan bawah laut dan memacu adrenalin di atas ombak. Ya, Nusa Tenggara adalah surga bagi penyelam dan surver. Siapa sangka!

No comments:

Post a Comment