Yang melihat terkadang tertawa lucu, namun yang empunya tubuh sering
kali risih. Itulah yang terjadi ketika seorang yang berbadan teramat
subur alias gemuk tampil di depan umum. Tak pelak, kegemukan sering kali
menimbulkan banyak masalah bagi yang mengalaminya. Orang gemuk merasa
tubuhnya kurang indah, tak mudah memperoleh pakaian yang pantas dan
cocok di badan. Akibatnya, mereka lebih sulit tampil menarik
dibandingkan dengan orang yang tubuhnya normal.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa orang gemuk lebih besar
kemungkinannya untuk menderita tekanan darah tinggi, penyakit jantung,
perdarahan otak, diabetes, artritis, dan bahkan kanker.
Kegemukan mengganggu kenyamanan bergerak. Hal itu disebabkan karena
tungkai dan kaki yang harus memikul peredaran darah tidak lancar. Selain
itu juga tungkai dan kaki harus memikul beban yang berat sehingga
sering merasa lelah atau bahkan sakit.
Tubuh yang teramat subur juga sering mendatangkan komentar yang
mengecilkan hati. Akibatnya, orang gemuk menarik diri dari berbagai
kegiatan yang sebenarnya disukainya dan berguna baginya, umpamanya
menari, berenang, dsb. Karena khawatir mendengar komentar yang
menyakitkan hati.
Sebenarnya penyebab kegemukan itu cuma satu, yaitu kalori yang masuk
lebih banyak daripada yang dikeluarkan. Memang ada orang yang lebih
cepat gemuk dibandingkan dengan orang yang lain. Secara garis besar,
seperti yang dipaparkan dalam Kiat Mengatasi Kegemukan, penyebab kegemukan itu bisa dibagi menjadi lima, yaitu:
- Akibat kurang berolahraga.
Dengan melakukan berbagai kegiatan jasmani secara teratur, berarti
kita membuang Kalori. Selain bermanfaat bagi kesehatan secara
keseluruhan, olahraga sangat dianjurkan untuk mengurangi berat tubuh, di
samping diet. Dengan berolahraga, peredaran darah tentunya akan
berjalan lancar, sehingga kebutuhan jaringan, organ, dan tubuh akan
zat-zat gizi bisa terpenuhi, sehingga bisa menjalankan fungsinya dengan
baik.
Kurang gerak banyak dialami oleh orang dewasa yang sudah mapan. Misalkan, seseorang saat masih menjadi seorang pemuda sering bermain sepakbola, basket, berlari, maka setelah mempunyai kedudukan sering tak punya waktu untuk berolahraga. Tas saja harus ditentengkan oleh orang lain. Bahkan mungkin saja membuka pintu mobil yang hampir tak mengeluarkan tenaga pun dilakukan oleh orang lain. Akibat semua perlakuan ini tentu saja akan mengurangi pengeluaran tenaga secara rutin dan tahu-tahu lemak sudah menumpuk di perut dan tanpa disadari tahu-tahu tubuh sudah semakin gemuk.
- Kebiasaan makan yang keliru.
Setiap orang tentu memiliki kebiasaan makan dalam keseharian.
Meskipun rata-rata orang Indonesia memiliki pola makan yang hampir bisa
dikatakan sama, tapi pada kenyataannya belum tentu sama dalam jumlah
yang dikonsumsinya.
Umpamanya, kebiasaan mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak hidrat arang dengan lemak yang berlebihan. Contoh makanan yang kaya hidrat arang dan kaya lemak adalah kue-kue yang dibuat dengan menggunakan banyak tepung, gula (keduanya hidrat arang), dan lemak (mentega, margarin, santan), seperti kue lapis legit, kue lapis, atau donat. Jangankan bersama lemak, hidrat arang sendiri pun apabila dikonsumsi secara berlebihan - dan sering - akan membuat seseorang mudah gemuk. Umpamanya, teh manis. Soalnya, hidrat arang sangat mudah dipecah oleh tubuh. Dengan sedikit oksigen saja hidrat arang sudah dapat diubah menjadi energi. Kalau tidak dipakai, lama-kelamaan timbunan energi di dalam tubuh itu akan disimpan dalam bentuk lemak, sehingga akan menggemukkan tubuh.
- Faktor kejiwaan.
Tiap orang mempunyai cara sendiri untuk mengatasi masalah yang sedang
dihadapinya. Ada orang-orang tertentu yang kalau sedang risau lantas
lari ke makanan. Artinya, dalam usaha mengobati kerisauan hatinya, ia
akan makan atau ngemil terus. Akibatnya, tanpa disadari berat tubuhnya
semakin naik.
Kegemukan juga bisa terjadi sebagai akibat sampingan ketika orang mencari pengganti sebuah kebiasaan. Sebagai contoh, ada orang yang menghentikan kebiasaan merokok kemudian menjadi gemuk. Hal ini terjadi karena ia mengganti rokok dengan makanan alias ngemil. Dari sudut pandang psikologi, rokok memberi kepuasan oral yang kurang didapat semasa kecil.
- Faktor sosial-budaya.
Ada anggapan yang berlaku dalam suatu masyarakat tertentu bahwa gemuk
merupakan pertanda sehat dan simbol kemakmuran. Orang gemuk dianggap
berkecukupan dan terawat baik. Sementara bertubuh kurus dianggap aib,
karena mencirikan kurang makan atau makannya tidak terurus.
Sejak kecil anak-anak dipaksa makan banyak, dipuji-puji kalau makannya banyak dan dimarahi bahkan ditakut-takuti kalau makannya cuma sedikit. Tidak heran kalau lantas banyak yang terbiasa makan banyak dan tidak berhenti makan walaupun sudah kenyang. Kebiasaan ini akan diturunkan ke generasi berikutnya.
- Kelainan hormonal atau metabolisme.
Orang yang metabolismenya cepat bisa diibaratkan sebagai mobil yang
boros bensin. Badannya mudah sekali menghabiskan Kalori. Sebaliknya,
dengan orang yang metabolismenye lambat. Badannya sangat hemat
mengeluarkan Kalori sehingga banyak "tabungannya" dalam bentuk lemak.
Untuk membantu menguras lemak yang tidak dikehendaki, ia dianjurkan
untuk berolahraga secara teratur.
Metabolisme lambat bisa disebabkan oleh beberapa penyebab. Misalnya karena kelenjar tiroid yang kurang aktif. Bisa juga karena kelainan yang disebut hipogonadisme, yaitu keadaan yang terjadi akibat menurunnya aktivitas kelenjar kelamin. Bisa pula karena sindroma Cushing, yaitu kelainan metabolisme yang disebabkan oleh hiperaktivitas kelenjar adrenal kortikal.

No comments:
Post a Comment