Alkisah, hiduplah seekor kuda yang sangat bagus. Sosoknya gagah dan
surainya begitu indah. Namun ia masih ingin lebih sempurna dalam banyak
hal.
Suatu hari ia menghadap Tuhan. “Oh Tuhanku, engkau telah memberiku
keindahan. Engkau memberiku kualitas yang baik. Saya sangat berterima
kasih untuk itu semua. Namun, bolehkah saya memohon agar Engkau sudi
membuatku lebih cantik?”
“Aku lebih dari siap untuk membuatmu lebih indah. Katakan, apa yang bisa aku ubah?”
Kuda itu menjawab, “Saya melihat diriku kurang proporsional. Leherku
begitu pendek. Jika Engkau memanjangkan leherku, tubuh bagian atasku
akan terlihat lebih indah. Begitu juga jika Engkau membuat kakiku lebih
langsing dan lebih panjang. Maka, tubuh bagian bawahku akan kelihatan
indah.”
“Amin!” kata Tuhan. Seketika Tuhan mengubah kuda menjadi onta.
Kuda kecewa dan mulai menangis. “Oh Tuhan, saya ingin menjadi lebih indah lagi. Apakah ini yang menurutMu lebih indah?”
Tuhan menjawab, “Inilah yang sebenarnya kamu inginkan. Kamu menjadi seekor unta.”
“Oh tidak. Saya tidak ingin menjadi seekor unta. Saya ingin tetap
menjadi seekor kuda. Sebagai seekor kuda setiap orang menghargai
kemampuan bagusku. Tak seorang pun akan menghargai aku sebagai seekor
unta.”
Tuhan menjawab, “Jangan pernah berusaha untuk mencapai atau menerima
lebih dari yang telah Aku berikan. Jika kamu ingin memuaskan keinginan
hidupmu, maka setiap waktu kamu akan menginginkan yang lebih dan lebih.
Namun kamu tak punya pikiran akan apa yang akan kamu peroleh. Kamu
menginginkan leher dan kaki yang lebih panjang. Namun ketika sudah aku
beri, kamu malah menangis. Ini yang akan terjadi. Setiap kreasiku
memiliki kualitas tersendiri yang bagus. Seekor unta memang tidak
seindah yang kamu bayangkan, namun ia sanggup membawa beban berat dan
memiliki rasa tanggung jawab yang dahsyat.”

No comments:
Post a Comment